BELAJAR TANPA BATAS

Belajar tanpa batas. Belajar bukan berarti harus di sekolah atau kampus. Belajar bukan berarti harus dapat nilai dari guru atau dosen. Belajar bukan berarti harus berkaitan dengan pelajaran sekolah atau kampus. Belajar bukan berarti telah mengerjakan tugas sekolah atau kampus juga.

Belajar itu bisa didapat dari mana saja. Belajar itu bisa sama siapa saja. Belajar gak harus dengan buku pelajaran dari sekolah atau kampus. Belajar itu bisa dari buku apa saja, topik apa saja dan sumber apa saja. Belajar itu ya bebas, mau belajar apa saja terserah. Belajar juga gak perlu ada guru yang mengajar. Belajar itu bisa independen.

Hebatnya sebagian orang Indonesia sudah ter-mindset bahwa belajar itu ya harus di sekolah atau kampus, mengerjakan tugas yang telah diberikan, lalu mendapat nilai yang sebagus mungkin. Dengan begitu, mereka yang merasa dirinya telah belajar di lembaga pendidikan dan meraih nilai tinggi sudah merasa bahwa dirinya pintar.

Kalau memang orang-orang Indonesia sudah banyak yang berprestasi di sekolah atau kampusnya, dan banyak juga mendapat nilai-nilai yang bagus, kenapa Indonesia masih belum bisa maju sampai sekarang? Banyak orang yang berprestasi tapi sayangnya hanya dibuktikan sebatas nilai besar diatas kertas. Tetapi ketika berbicara dengan beberapa dari mereka, sayangnya kok tidak seperti orang yang memiliki wawasan luas atau memiliki intelektualitas? Bingung kan.

Well, disini bukan berarti si penulis ingin merendahkan orang. Tetapi nyatanya ini fakta yang terjadi di lapangan. I personally get annoyed easily, ketika melihat mereka yang di sekolah atau kampus memiliki nilai yang tinggi, tapi ketika diajak diskusi atau ngobrol seputar isu-isu sosial mereka tidak bisa menanggapinya dengan kritis. Kasihan.

Mereka bilang, percuma untuk baca-baca buku atau artikel yang gak berkaitan dengan pelajaran yang ada di sekolah atau kampus. Kan nanti gak bisa dapat nilai bagus. BUT WHO CARES? I do what I want to do, I learn what I want to learn.

Ya, mereka itulah yang hanya menunggu untuk disuruh membaca suatu buku atau topik, baru mereka akan mencari. Tidak ada inisiatif. Ya, sebenarnya terserah sih, itukan hak preferensi masing-masing.

Tapi ketika mereka bilang begitu, saya dalam hati hanya bisa bergumam, kasihan sekali mereka terlalu serius membaca bacaan dari tugas sekolah atau kuliah, sampai lupa kalo mereka tidak akan ada diruang lingkup sekolah atau kuliah untuk selamanya. Mereka nantinya akan keluar dari sarangnya. Jikalau mereka tidak tahu apa-apa tentang dunia luar dan tidak bisa mengimplementasikan ilmu yang ia dapat dari sekolah atau kampusnya karena ternyata tidak ada relasinya gimana? Ya, salahkan dirimu sendiri.

If the purpose for learning is to score well on a test, we've lost sight of the real reason of learning. - Jeannie Fullbright



P.S: Februari udah harus mulai kuliah lagi. 😂 Mau gak mau harus siap semangat kuliah dan mengurangi tidur siang dan malam *sounds like just a wacana*, dan mau gak mau juga nilai harus lebih tinggi tiap semester karena itu sudah kewajiban *tetap gak bisa move on*. Ya Allah, please help me get through this hard life. 🙏

Comments

Popular posts from this blog

JUST A LITTLE REVIEW : RENTANG KISAH BY GITASAV

A POEM BY IMAM SHAFI'I